Tampilkan postingan dengan label Foodies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foodies. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Januari 2020

Review Bittersweet By Najla (Bandung)

Hi guys, welcome back to my blog!

Udah lama nih booming banget yang namanya dessert box, sampai banyak banget yang jual dengan ciri khas masing-masing. Nah, pasti pada tau kan Bittersweet by Najla? Secara, mereka endorse banyak selebgram, sering ngadain promo dan konten Instagramnya juga bikin ngiler banget. Menunya banyak, rasanya pengen coba semua! Hehehe.

How to Order?
Buat yang belum tau, Bittersweet by Najla berpusat di Jakarta dan punya banyak reseller/agen di daerah. Nah jadi sistemnya kita order ke pusat atau agen terdekat. Saya order ke agen Bandung, mereka buka Pre Order (PO) di waktu tertentu, sekitar 2-3 hari akan dikirim oleh pusat. Selain itu mereka juga ada ready stock tapi cuma beberapa varian terbatas. Kita bisa order melalui shopee juga loh, lumayan kan free ongkir hehe.


Kemarin saya coba order di salah satu agen Bandung via Whatsapp. Sayangnya, saya selalu ketinggalan buat PO varian yang kepengen banget karena waktunya gak bertepatan aja.. Jadi, kemarin beli varian ready stock aja. Adminnya ramah dan responsif, meskipun sebelumnya saya sering nanya doang gak jadi beli (waduh jangan ditiru ya hehe) tapi dia tetap ramah.

Menu dan Pricelist (sumber: Instagram Bittersweet by Najla Bandung)









Akhirnya saya order empat varian dessert box, rasa Ovocrunchy, Turkish, Regal, dan Thai Tea. Selain itu saya juga order dua minuman, Lava Nutella dan Espresso Caramel.

Karena rumah saya jauh, jadi saya niat ambil langsung kesana daripada go-send bakalan mahal banget kayaknya. Lokasinya di Jl. Budi (klik di sini).  Sekadar informasi, Jl. Budi itu kecil banget dan berliku, jangankan bisa parkir mobil, buat lewat aja harus hati-hati banget. Alhasil saya parkir di Jalan Pasteur dan jalan kaki ke dalam, karena sore itu ramai kendaraan. Untuk sampai ke rumah agen, harus masuk gang lagi, sebenarnya gak terlalu panjang tapi saya gak yakin kalau gang ini muat dua motor..

mulut gang menuju rumah agen bittersweet by najla


Dari keterangannya juga dibilang kalau rumahnya warna hijau yang paling ujung, hati-hati salah ketok ya soalnya sebelahnya hijau juga cuma beda shade, wkwkwk.

Oke akhirnya sudah berhasil diambil, ini dia penampakannya yang saya beli:


Hmmmm, coba saya ulas beberapa yang masih inget ya..

Regal dessert box, bener-bener rasa yang baru bagi saya. Krimnya ringan, paduan sama cakenya juga pas. Regal ini juga jadi yang pertama habis karena semua suka. Sampai ga sempat foto lagi karena langsung ludes!

Thai tea dessert box jadi juara terakhir untuk kami semua. Rasa minuman thai tea dalam bentuk dessertIt's just a "meh", nothing really special about that.


Ovocrunchy dessert box udah dua kali saya coba. Tekstur ganachenya agak padat, keras dan lama banget mencairnya kalau dibanding Turkish dessert box.


Sejujurnya, karena saya sering banget makan dessert coklat, Ovocrunchy  dan Turkish ini jadi gak terlalu spesial, meski memang ada ciri khas masing-masing tapi namanya coklat ya rasanya gitu-gitu aja (duh gak asik banget, jangan dibully ya! Hehe). Tapi saya memang lebih suka ini daripada Belgium Chocolate Dessert Boxnya Cakicake (Nanti saya bikin ulasan sendiri yaaa). Kalau diperhatikan, base cakenya terasa asin, mungkin ini jawaban kenapa dessert box full coklat tapi gak giung (kemanisan)?


Review untuk kopinya dari kakak-kakak saya (soalnya saya gak ngopi hehe gak gaul ya), katanya sih Lava Nutella memang enak banget dan super creamy, sampai diawet-awet minumnya. Definitely worth the price. Kalau Espresso Caramel biasa saja.

Lain kali saya pengen coba Lotus dessert box dan cheesecakenya, penasaran banget. Overall, untuk saya dessert boxnya Najla Bisyir ini nilainya 8/10. Two thumbs up untuk mereka yang gak berhenti inovasi produk baru, bikin ngiler!


Update 2020:
Hehe maaf fotonya gemeteran
Udah coba Lotus dessert box, bener-bener kerasa lotus biscoffnya, kalau kata anak zaman sekarang "bukan kaleng-kaleng". Kalau kamu suka biskuit speculoos, wajib coba! 

Nyobain Steak Murah Meriah di Bandung

Selamat siang dan selamat datang!

Postingan blog pertama ini didedikasikan untuk orang-orang yang suka makan daging khususnya steak. Apakah itu kamu? Tos dulu!

Sebagai penggemar daging, menu steak sering banget menyorot perhatian saya. Aroma panggangannya, teksturnya yang juicy, saosnya yang kaya rasa... duh jadi lapar. Hehe. Tapi kali ini saya bakal mengulas beberapa steak yang harganya ringan di kantong alias cuma sekitar 30 ribuan. Is it worth it? Let's read below! 

1. Waroeng Steak and Shake
Waroeng Steak dari dulu sampai sekarang banyak berkembang, memang tempat ini cocok buat bukber dan ngumpul. Saya paling sering makan di cabang Jl.Prof.Sutami, karena luas dan serba nyaman, dibanding cabang Tamansari yang agak sumpek (IMO).
Menu favorit saya Sirloin Double, karena yang lain gak kenyang. Hehehe. Biar sekarang agak beda, pesen Sirloin Doublenya pakai saos keju. Makin enak, tapi saosnya gak berlimpah ruah jadi berasa harus hemat. Seperti biasa sirloin double rasanya khas dari dulu, steaknya tipis dan bertepung.

Waroeng Steak
Kayaknya sih saya udah coba WS sejak dulu mereka buka cabang di Jl. Setiabudi (sekarang sudah pindah) dan saya udah coba hampir semua menunya. Tapi, menu Steak Waroeng, steak tepung campuran daging ayam, sapi dan seafood (yang kayaknya salah satu menu khas mereka), justru bikin saya agak kecewa karena porsi beef, chicken dan seafoodnya gak konsisten. Kadang banyakan ayam, sapi sedikit banget. Kadang ada cumi-cumi, kadang engga ada sama sekali.

Overall, Waroeng Steak tetap jadi pilihan untuk makan steak yang affordable, dan karena ke-khas-annya, WS punya tempat tersendiri di hati (ceilah...)

2. Javan Steak
Pertama denger temen-temen ngomongin Javan steak di Jl. Gelap Nyawang, tapi belum pernah kesampaian kesana. Pas tau mereka ada juga di Jl. Gegerkalong Hilir, jadi pengen melipir nyoba.

Javan Steak bukanya sore sekitar jam 4-5 sore, lokasinya di halaman depan Foto Studio Sangkuriang. Pas pertama baca menunya, alhamdulillah pusing. Wkwk. Namanya aneh-aneh dan gak ada penjelasan. Untungnya mereka ramah, mau ngejelasin satu-satu. Yang saya tangkap sih, intinya ada tiga saos berbeda, yang pedas, barbeque dan saos putih. CMIIW. (Duh harus balik lagi nih biar infonya pasti hehe).

Menu Javan Steak
Javan Steak
Saya udah dua kali makan di sini. Dagingnya cukup tebal, meski memang gak terlalu empuk tapi masih oke, rasa saosnya juga enak. Tapi pernah kecewa sama menu blackpepper yang ternyata saosnya manis. Entah memang seperti itu atau mungkin mereka salah? Akhirnya coret deh gak akan pesan itu lagi.. Tapi untuk menu lain saya tetap suka, apalagi saos mereka unik, beda dari yang lain.

3. Steak Moen-Moen
Sering lihat Steak Moen-Moen di foodcourt mall. Sampai di salah satu mall surabaya, steak ini antreannya super panjang. Akhirnya coba deh di foodcourt BIP Bandung.

Kesan pertama, saya kurang suka mereka pakai pisau dan garpu plastik, udah skeptis gak akan bisa kepotong dagingnya. Duh, tapi daripada komplain lebih baik saya yang inisiatif bawa alat makan stainless sendiri, ya kan (oke, harus banyak ngingetin diri sendiri).

Sejujurnya, dari segi rasa masih oke untuk selera saya, tapi sayangnya dagingnya susah banget dipotong, bahkan untuk pisau plastik, gak bisa.. jadi kayaknya steak favorit orang-orang ini ternyata kurang cocok sama saya. Tapi mungkin masih bisa dicoba lain kali untuk menu steak ayamnya.

Steak Moen-Moen


4. Muara Steak
Muara Steak ini adanya di foodcourt Balubur Town Square (Baltos). Karena sering ke Baltos, rasanya gak afdol aja kalau gak coba steak satu ini. Harganya 20 ribuan, bahkan ada menu telur cuma sekitar 15 ribu. Lumayan kan kalau akhir bulan bisa makan telur dadar dibanjur bumbu steak, hehe.


Uniknya, mereka nawarin steaknya mau dengan kentang-nasi atau kentang-spaghetti? Dengan harga semurah itu, kita bisa dapat dua jenis. Tapi karena saya orangnya gak seru, saya selalu pilih kentang, tok. Kalau gak salah, minumannya juga bisa pilih teh/nutrisari.
Meski murah dan porsinya kecil, tapi saya suka dari segi rasanya. Ditambah menunya juga variatif banget, kalau lain kali kesini kayaknya harus pesen dua menu deh supaya puas dan kenyang. Ehehe.

Muara Steak dengan kentang-spaghetti

5. Saung Steak Papatong
Sebenarnya ini bukan di Bandung, tapi tepatnya di Bandung Coret, alias di Lembang. Wkwk.
Silakan cek lokasinya di sini.
Papatong itu ada di bagian depan dari Puri Saras Hotel dan Villa. Bisa sekalian jadi alternatif penginapan kalau mau liburan di Lembang karena lokasinya tepat di gerbang kecamatan. Kesan pertama saya sih oke banget, tempatnya asri, instagrammable, dan parkirannya luas banget.



Pertama coba steaknya pun saya langsung suka karena cocok di lidah saya. Steaknya standar agak tipis tapi cukup lembut gak keras. Oh iya saya beli sirloin dengan saos mushroom ditambah es teh manis jumbo (harus jumbo banget ya biar puas?)

Menggoda gak tuh jamurnya? Hehe


Kali kedua kesini, sudah ada playground untuk anak-anak. Kami makan di saung, dan anak-anak bebas main. Bener-bener cocok untuk keluarga.




Pengalaman dua kali makan di papatong memuaskan, cuma yang kurang engagement mereka dengan kustomer, instagram kurang aktif, belum terdaftar di go-food/grab food, padahal peluangnya oke banget!

So, udah kepikiran mau makan apa malam ini? Hehehe.

Sekian mini list versi saya, dan mungkin daftar ini akan bertambah lagi wkwk. Intinya semuanya adalah penilaian subjektif saya, ada kurang lebih, dan bisa jadi selera kita berbeda, tapi tetap satu bangsa ya (apasih..)

Thanks for reading, see you on the next post!

Kolam Renang Hijab Ternyaman di Lembang, Bandung

Hai semua! Hari ini saya bakal review kolam renang khusus untuk perempuan berhijab, yaitu di Floating Market Lembang. ...